Jumat, 28 Januari 2011

فريال يوسف


فريال يوسف

كنت الزهور النادرة التي سقطت من السماء
ضرب قطعة من الحطام معطر الستائر الخاص حيزا كل موظف
بلوم ورائحة الطلاء النفوس متعاطف
... تسعة وتسعين اسما لا قافية ربي في وسائل الذكر جهدي لعناق شعرك
يا الله...
يغفر العبد...
التأمل في بلدي والسجود شعري تتدفق
يا الله...
حماية وصلى الله عليه
لأنه بعد لقائه مع
بلدي الخيال البرية ردد في المديح عظمة نفسك
وأنا ممتن
لديك لإنشاء والحاضر في إلهام قصارى جهدي
في هذا السحر بوك

كتبت هذه القصيدة على وجه التحديد لزهرة نادرة من السماء

توك البحر

Sabtu, 22 Januari 2011

TOK LAUT

Penulis yang menggunakan nama pena “TOK LAUT “ adalah “ SYAMSUL RIZAL “ lahir di, Asahan Mati pada Tanggal , 30 Juni 1965 ( Putra tertua dari Bapak Uspan Syuib Al Haj dan Ibunda Chuzaimah Alwy Munte Al Haj ). Berpredikat sebagai Alumnis Academy Pariwisata Perhotelan Univ.Darma Agung ( 1989) –Medan-Sumatera Utara, TMPP ( Tekhnik Management Perencanaan Pembangunan ) pada Fak.Ekonomi Univ.Unsyiah Kuala-Banda Aceh (1997), dan Fak.Hukum Univ-Asahan –Sumatera Utara ( 2008 ).
Tergabung dalam komunitas Pekerja Seni SEBIDUK (1985) dan mendirikan Sanggar Seni Teater ABSTRAK pada tahun tersebut, deklarator “ Youth Movement Of Indonesian Art Tanjungbalai City ( 1999) serta Pembina FEDERASI TEATER INDONESIA Kota Tanjungbalai , Even Organizer WARNA, Aliansi Teater Se Kota Tanjungbalai, Aliansi Band Se Kota Tanjungbalai serta pembina beberapa sanggar dan saaat ini mengabdikan diripada Pemerintah Kota Tanjungbalai di DISPORABUDPAR ( Dinas Pemuda Olah Raga budaya sdan Pariwisata) dan men-deklarasikan “TOK LAUT CENTER ( art laboratory Tanjungbalai City ).
Dari hasil perkawinan beliau ( Penulis ) dengan HALIMAH br SIAHAAN, merweka dikarunia tiga (3) orang Putra
- AGUNG PRATAMA NUGRAHA
- MOEHAMMED FATHWA NUGRAHA
- AL AFGHAN RAFFSANJANY NUGRAHA
Ketiga Putra ini adalah sumber inspirasi buat penulis dalam mewujudkan buah karyanya. Sebagai orang gerakan yang pernah tergabung dalam beberapa organisasi di tanah air antara lain,KNPI,BKPRMI,IPTI,LIGA MUSLIM INDONESIA sdan beberapa organisasi lainnya juga kelihatan mewearnai karya beliau seperti
-SINANDONG MENGGUGAT ( Dalam kumpilan Puisi/Naskah Drama/Naskah Sinetron ) -LEGENDS TANJUNGBALAI ( Cerita Fiksi dalam bentuk naskah Sinetron/Drama KISAH CINTA TUALANG DAN RASO ) -SAMUDERA KALAMULLAH ( NaskaH Seni Islami /Sendratari) -Pencipta Lagu Daerah Kota Tanjungbalai pada RONCAH GROUP pimpinan Komponis Kota Tanjungbalai JALAUT HUTABARAT alias WK UTEH -Dan beberapa karya tulis beliau yang menghiasi media tanah air.
Disamping sebagai Pekerja Seni, penulis menyempatkan diri belajar Metafisis pada Padepokan Metafisis TAKWA pimpinan BUYA RAHIM SALABY ( Guru Besar Metafisis Al Quran Indonesia ).
Seluruh aktivitas dijalani penulis hanya ingin meng-aplikasikan makna zikir hakiki dalam melewati realitas takdir sebagai hamba ALLAH, dan semoga karya-karya yang dihasilkan dapatmembuka calrawala / pikiran para pembaca menuju kebaikan
Wassalam
PENERBIT
RPS PRODUCTION

AHMED EL HASBY

3 METODE SKENARIO DALAM UPAYA PENCITRAAN BUDAYA DALAM MENOPANG INDUSTRI PARIWISATA PADA KOTA TANJUNGBALAI




PROGRAM KERJA
SYAMSUL RIZAL,AmP,SH

SKENARIO PENGEMBANGAN BUDAYA
Konsep dan Skenario pengembangan seni budaya dalam menopang Industri Pariwisata pada Kota Tanjungbalai.

Dari hasil beberapa pendekatan dan analisys, pengembangan Seni budaya sebagai penopang Industri Pariwisata dilakukan dengan tiga skenario

1.Skenario Moderat
2.Skenario Optimis
3.Skenario Radikal
1. SKENARIO MODERAT

Skenario moderat dalam konteks ini diartikan sebagai
pendekatan kondisi eksisting, sehingga memberi peluang sebagai peningkatan aktivitas seni budaya pada
Kota Tanjungbalai.

Skenario ini diasumsikan pada ;

Terjadinya dampak sosial yang besar dalam pelaksanaan
penataan kawasan secara physikologis sosial.

- Acuan kebijakan untuk menyeimbangkan antara ekonomi,
sosial dan budaya.
Kegiatan dari skenario moderat meliputi antara lain ;

Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data
untuk menyusun dan penyempurnaan pelaksanaan
kewenangan daerah dan pelaksanaan tugas-tugas
dibidang sejarah kebudayaan, pelestarian dan
pengembangan budaya.

- Pembuatan buku Inventarisasi Frofil Budaya
Daerah Kota Tanjungbalai.
- Study banding ( Dalam Negri/Luar Negri )

Melaksanakan Bahasa Indonesia yang baku dan sastra
Indonesia di Kota Tanjungbalai berdasarkan pedoman
yang ditetapkan oleh Pemerintah

- Festival Teater / Bangsawan
- Festival Lagu Melayu/ Lagu bahasa lokal
- Festival Baca Puisi
- Lomba Karya Tulis Ilmiah / Budaya
- Festival Music Modren/Band
Meneliti dan menelaah sastra daerah berdasarkan pedoman
yang ditetapkan.

- Penerbitan Buletin/buku tentang budaya tradisional
a. Asal Usul Sinandong
b. Asal Usul Didong
c. Kumpulan Pantun Melayu
d. Tata Cara Perkawinan Adat Melayu
e. Tarombo Melayu
f. Kumpulan Pepatah Melayu

- Penerbitan buku sejarah Asal usul Kota Tanjungbalai
a. Sultan Asahan
b. Tragedi Cinta Siti Ungu
c. Lintas Peristiwa Sejarah Budayawan
Kota Tanjungbalai
Meningkatkan kemampuan Pemakaian
Bahasa Asing.

- Penerbitan Camus bahasa Daerah
Tanjungbalai dengan terjemahan
bahasa asing
- Festival Duta Pariwisata /Budaya
- Penerbitan Buletin/Buku Sastra melayu
versi Bahasa Asing
- PelatihanbagiparakaderPariwisata/Budaya
dari tiap utusan sekolah
Melaksanakan pemampaatan seni bagi kepentingan
industri budaya dan pranata sosial budaya didaerah
dengan mengadakan perekaman,penulisan buku,
pencetakan gambar dll.

- Publikasi budaya Kota Tanjungbalai dalam bentuk
media cetak/elektronik
- Documenter Teaterical/Caloborasi Seni Tradisionil
dan Modren tentang Budaya Kota Tanjungbalai
- Film Dokumenter Pembuatan Mucic vcd/dv
“ Sinandong Di Ujung Tanjung “
- Pembuatan Dokumentasi
“ Lintas Peristiwa Budaya “
Menanamkan nilai-nilai sejarah daerah
dan nasionalberdasarkan pedoman
yang ditetapkan

- Penerbitan Curiculum
Budaya Daerah untuk siswa/pekerja seni

- Penerbitan Buku Sejarah
Perjuangan /Pahlawan
Kota Tanjungbalai

Melaksanakan penggalian, penelitian, pendalaman,
peluasan dan pengembangan nilai budaya daerah.

-Pekan Seni / Perlombaan Permainan Tradisionil
a. Laga Pendekar
b. Galah Panjang
c. Enggrang
d. Layang-layang
e. Gebuk Bantal
f. Kangkang Koyak
g. Dampar
h. Patuk Lele
i . Mangupek Korang
dll
- Penerbitan Buku ”Wisata Culiner ”

- Penerbitan Buku ” Panduan Motif ornamen Melayu “

- Penerbitan Buku ” Seni Silat Melayu ”

- Penerbitan Buku ” Seni Tari Melayu ”

- Penerbitan Buku ” Mandi Bajimbar ”

- Penerbitan Buku ” Nasi Bunga/Nasi Hadap-hadapan ”

- Penerbitan Buku ” Seni Qasidah ”


Model of Interfcultural Communication (Gudykunst and Kim, 1992:33)

The Iceberg of Culture

SPACE ORIENTATION

CLASS ROOM LAY OUT

Kegiatan Budaya Tradisionil

MENGETAHUI RESPON MASYARAKAT
TERHADAP PARIWISATA/BUDAYA

ISU SENI YANG MENJADI CONCERN MASYARAKAT

Spektrum Ideologi

Hakekat Manusia m e n u r u t :

DINAMIKA IDEOLOGI ELEMEN SENI


Jumat, 21 Januari 2011

SINANDONG MENGGUGAT

(infrovisasi )

Terlihat beberapa orang dikeroyok dengan sadis ada kepalanya yang diponggol dan adapula yang wajahnya diturih pakai pisau serta banyak orang yang mencincang cincang beberapa orang yang sudah terkapar….kumpulan banyak orang dengan senjata kampak , pisau ,kayu serta peralatan lain bersimbah darah
( Diiringi orasi puisi sinandong menggugat / music kel syech datok laut ),dan darah itu berobah jadi tulisan“ SINANDONG MENGGUGAT” karya “ TOK LAUT “, dan setelah itu layar berobah jadi merah darah…lalu muncullah lagi kalimat seperti diketik mesin tik diatas kanvas merah “ KADANGKALA HUKUM SEPERTI RODA KERETA API YANG MENGGILAS PERADABAN SUATU BANGSA NAMUN INGATLAH PADA SUATU KETIKA IA AKAN MENJADI BOLA MATA API YANG SIAP MEMBAKAR KETIDAK ADILAN INI” …kembali layar merah merona lagi dan lalu muncullah tulisan hitam mengkilat yang berbunyi
“ KETIKA SALAM DIMULAI SAAT ITU PERANG DIAWALI “ dan kembali layar merh merona dan muncul lagi kalimat seperti di ketik Lembaran kertas merah terbakar yang didalamnya tertulis seperti diketik....... SUTRADARA “ ..................
Suasana Thn 1848 ketika undang–undang pidana buatan Belanda ditetapkan menjadi undang undang di Indonesia dan kabarnya undang-undang itulah yang masih kita pakai sampai saat ini menjadi KUHP/KUH Perdata.

Terlihat sosok hakim degan gaya elite Erlander dan disampingnya tetap terpajang bendera merah putih biru dan diatasnya terpampang gambar sang Ratu Belanda . Dan beberapa anggota pengadilan jaksa penuntut umum serta pengacara bergaya blankon jawa dan ditengahnya beberapa orang terdakwa dengan pakaian lusuh bersimbah darah bergaya piama melayu kusam serta pakaian biasa dan tetap dikawal polisi Belanda dengan gari dan rantai panjang yang membelenggu.

HAKIM :
( memukul palu tiga kali )
camera fokus pada palu / suasana layar kembali merah darah dan perlahan
terlihat aksi massa yang saling dorong/histeris dan orasi puisi terdengar
menggema

Bergemuruh dan gegap gempita suaramu
Menggiring anak negri ini melepas mata rantai dari hausnya penindasan
Dan kau lecut tulang dan nadi menjulang sangsaka ke angkasa
Meliuk dan bertengger leluasalah pusaka itu melontar kata kata
Pleno pertama sepakat menobatkanmu
Tepuk tangan riuh menyambutmu dengan suka cita
Dan sinandongku kau tenggerkan diangkasa


(Suasana heroik dari 1848 ke 1945) dimensi I
Catatan :

Ruang sidang 1848 sinergig dgn org terdakwa ( Membayang di tengah gambar suasana di Dimensi I ) dan Ruang sidang 1945 sinergig dgn org terdakwa( Membayang di tengah gambar suasan di Dimensi I ) serta Vidio Visual Bung Karno ”Proklamasi ”

Hari hari berlalu
Tanah airku yang berbau mimpi
Memasuki lorong lorong tak bertepi
Dan kusapa kau dalam sunyi
Tak kau beri aku mengusap air matamu
Kau tolak aku ketika aku merangkulmu
Dari bibir yang pernah menggemparkan dunia itu
kata kata yang menyentakkan ku

(Suasana kepahitan dari Orde Lama ke Orde Baru)/Dimensi II
Ruang sidang Orde lama sinergig dgn org terdakwa ( Membayang di tengah gambar suasan
diDimensi II ) dan Ruang sidang Orde Baru sinergig dgn org terdakwa ( Membayang di tengah-
gambar suasan diDimensi II ) serta vidio visual “Bapak Pembangunan”Soeharto/G30S
PKI/Pembohongan publik .

Aku tidak pernah mencanangkan akan seperti ini Indonesia Raya
Kenapa kesetiaan harus dibeli
Kenapa hukum jadi alat transaksi
Kenapa seni kalian pinggirkan kelaut tak bertepi
Kenapa sekian lama kita merdeka benderaku kau gerek dengn tali
Sehingga sekarang kalian hanya tau mencaci maki
Dan saling berebut kursi ”.

(Suasana dari Orde Baru ke Zaman Orde Paling Baru /Repormasi/suasana ketidakpastian )vidio
visual rantai kemiskinan dan kemelaratan/Kerusuhan( REVORMASI ) Negri tanpa Tuan
( Suasana tiga dimensi /ketika orasi digaungkan gambar yang berangkat dari thn 1848 beobah
menjadi suasana thn 1945 dan lama kelamaan berobah jadi thn 2008 )
Catatan :

Suasana tiga dimensi /dimensi III /berangkat dari siang hari dan mendekat ke malam ,massa berhamburan lari....dan dari sebahagian itulah yang menjadi sosok scane 3 ( Berangkat dari ketergesa-gesaan ) dan beroperasiDi Scane 3
Terlihat beberapa sosok orang tak dikenal sedang ingin mencuri pada sebuah rumah agak elite (suasana rumah elite yang sedang direhab) ingin masuk lewat jendela


Orang 1 :
St............( Sambil mencongkel jendela ) tiba-tiba jendela jatuh menimpa kaki
salah seseorang hingga kakinya pecah / berdarah).


Orang 2 :
Aduh..........( Kesakitan yang cukup sakit.....namun suara harus ditahan agar
tidak terdengar ).


Orang 3 :
Ayo...pergi...(sambil merangkul / menggendong / berlalu pergi )
Suasana kantor polisi terlihat, dan terlihat orang 1,2 dan 3 ( Sang Pencuri ) memasuki kantor tersebut.


Orang 1,2 dan 3 :
Selamat pagi pak.....


Polisi jaga :
Selamat Pagi.......

....
Orang 1,2 dan 3 :
Kami mau melapor Pak....

.
Polisi Jaga :
Melapor apa.......


Orang 1,2 dan 3 :
oh..... maksudnya mau mengadu pak....


Polisi jaga :
Silakan masuk


Dibimbing polisi jaga ketiga orang tersebut dibawa memasuki ruangan juru periksa.
Suasana diruang juru periksa

Juper :
Kami adalah pelayan masyarakat.... setiap pengadukan hal yan berkaitan
dengan ketidaksenangan serta kesewenang-wenangan kami akan tanggapi
sesuai dengan undang-undang yang telah ditetapkan.......
Lalu apa masalahnya dengan bapak bapak ini


Orang 2 :
Begini Pak ....tadi malam kami berniat mau membongkar / mencuri di
rumah Pak Leman, tapi ketika kami mencongkel jendelanya tiba-tiba
jendela itu jatuh dan menimpa kaki saya, akibatnya kaki saya luka dan
cukup terhalang kalau digunakan untuk berjalan ..dan pekerjaan yang telah
lama kami canangkan tak bisa terkerjakan sesuai yang telah kami
rencanakan.....itulah keberatan kami ..dan kami minta keadilan..hm...e..
kami semua bermohon agar pak Leman bertanggungjawab atas hal itu
( Selama mereka menjelaskan , juper terus mengetik berkas perkara )


Juper :
jam berapa kejadian itu pak


Orang 1.2.3 :
Kira-kira jam 2 malam pak....(saling pandang )


Juper :
Apakah anda minta ganti rugi pengobatan atau penyelidikan lebih lanjut


Orang 1.2,3 :
Kami minta penyelidikan lebih lanjut dan kalau bisa berkas perkara ini
kepada tingkat kejaksaan dan pengadilan


Juper :
Ok..semua permasalahan ini akan kita giring sesuai dengan hukum yg berlaku



Terlihat seorang polisi mendatangi rumah kediaman Pak Leman mengantar surat panggilan

Polisi patroli :
Selamat siang Pak...!
Apa benar ini kediamannya Pak Leman ... ?



Pak Leman :
Iya Pak.......
Ada apa Pak...... ?


.
Polisi Patroli :
Kami dari kepolisian memanggil bapak untuk dapat hadir besok..guna
dimintai keterangan.



Pak Leman :
Masalah apa Pak....


.
Polisi Patroli :
Nanti aja pak ..urusannya dikantor..



Pak Leman sambil membuka anplop dengan caracter tegang dan keheran heranan


Juper :
Untuk sementara bapak menginap disini dahulu sebelum pemeriksaan lebih
lanjut diteruskan



Pak Leman :
Pak salah saya apa...saya tidak terima ini..dan saya protes.....



Polisi penjaga menghampiri Pak Leman dan menggiringnya kedalam sel Pak Leman terus protes dari sela sela geruji sel.


Pak Leman :
Anda tidak bisa seenaknya saja memperlakukan saya begini....Anda tidak
memberi kesempatan pada saya untuk membela diri.



Polisi :
Pak..... prosesnya memang begitu dan itu diatur oleh undang-undang
Nah... kesempatan Bapak untuk membela diri itu ada , tapi itu nanti
dipengadilan.kerja kami harus berjalan diatashukum yang
berlaku..menurut undang-undang Bapak ditahan disini lebih kurang 21 hari
dan itu bisa diperpanjang setelah adanya pengaduan dari yang
mengadu.mengenai bersalah atau tidak itu nanti dipengadilan...mohon
maaf Pak kami hanya menjalankan tugas.


Polisi berlalu meninggalkan Pak Leman didalam sel, dan Pak leman terlihat sters berat


Suasana kedai kopi pinggir pantai/terlihat latar belakang sampan nelayan ....beberapa orang sedang ngobrol dipojok kedai kopi.


Lek Ngatiran :
Udah baco koran...


Incek Dogup :
Barita apo


Lek Ngatiran :
Bah....tengoklah halaman partama



Incek Dogup :
Amak..... ini barula kajadian



Lek Ngatiran :
Cok la ko analisa ......bingung awakkan...



Incek Dogup :
Ah...... udah pamaenannyo ini jang....



Lek Ngatiran :
Sabonarnyo bolum tontu jugo bah



Ongah Biong :
Apo itu...baritatu....



Lek Ngastiran :
Sosok tokoh yg dinggap rakyat bersih bakal digiring kepengadilan



Ongah Biong :
babalik balik dunioni sudah



Incek Dogup :
Inikan ulah lawan politiknyo nyo ini



Pakode Kopi :
Tak tau awak lagi do........



Ongah Biong :
Tak masuk pulak diakal awak dio jadi bagitu.....agak bingung jugola awak...
kog ini gawat jugonyo ini bah..siapola dalangnyoni...



Pakode Kopi :
Ah kog itu.....tak nan pala itu do..orang-orang nan diatastu jugonyo itu



Ongah Biong :
Bah .. iyolah........tak mungkinla kito nan palaut ni



Lek Ngatiran :
Iyo...yo..botul-botul



Semua pengunjung warung tertawa dan sesaat kemudian mereka terdiam dan pandangan pengunjung kedai kopi tertuju kepada TV, kerna terlihat berita Tentang penangkapan seorang tokoh digiring ke Kantor kepolisian.


Selesai acara berita mereka kembali bedialog


Ongah Biong :
hm......makin kau ujung nagarani makin tak jolas lagi hukumnyo...



Incek Dogup :
Jangan kamu bilang itu bah...zaman repormasi ini bah....masalah nan
di TV tadi antah nang adonyo aksinyo diam –diam mano tau awak....



Pakode Kopi :
Repormasinyo koto incek..tak nang ado pala itu do....buktinyo..
Ongahni dulu dah repormasiny kajadiannyo tu....ellleh minyak
panggorengnyo..atau ado nang batandik sudaro kito nan diatas nun...
nan ponting kapan sidangnyotu…….tak dapat di TV ditengok dikoran...



Anak Sampan :
Ongah udah naek pasang......


Ongah Biong :
Iyo...yo.....hm...kog nan poginyo awak kalaut bacamano pulak
manengok TV …tengok-la laut lopastu ...


Ongah biong lalu membayar kopi dan beranjak dari kedai kopi


Pakode Kopi : Koran dikodeni kusimpan nyo tiap hari jangan pala gaduh ongah....



Sambil menunjuk kepada rekan –rekan ongah yangjugamauberanjakdansecaraserentakmengucapkan terima kasih

TOK LAUT dalam LEGEND'S TANJUNGBALAI





EPISODE . 1

TRAGEDI CINTA TUALANG & RASO

Tualang adalah seorang anak Raja dari Negri antah berantah yang turun keserambi Tanah Paduka ( saat itu belum disebut Tanjungbalai ) dengan menyamar sebagai gembel.

Raso adalah putri cukup cantik dari anak Raja Menong yang bermukim disebuah ibukota kerajaan dipinggiran pantai ( saat itu belum disebut Keramat Kubah )

Meski Tualang menyamar sebagai gembel tetapi perawakan tampan tetap terpancar dari wajahnya, sehingga membuat Putri Raso jatuh hati padanya
( Terjadilah jalinan asmara antara Tualang dan Raso )

Merasa memiliki darah bangsawan, maka Raja Menong keberatan putrinya menjalin asmara dengan si Tualang yang gembel/cinta mereka tidak mendapat restu dari pihak keluarga kerajaan.

Hinaan dan cercaan terhadap Tualang meningkat menjadi kebencian yang tiada tara, akhirnya Raja Menong memerintahkan para hulubalang untuk menangkap dan membunuh Tualang

Cinta Putri Raso yang begitu tulus membuatnya lupa diri sehingga demi pengabdian cinta itu Putri Raso siap menanggung resiko sebesar apapun meski nyawa sebagai taruhannya
Hal itu membuat Raja Menong kehilangan martabat dimata rakyatnya dan akhirnya Raja Menong menitahkan agar keduanya ditangkap dan harus diadili dengan tuduhan menghina martabat Kerajaan

Begitu para hulubalang mengadakan pengejaran yang akhirnya membuat keduanya terdesak ….sehingga pada batu terjal diatas tebing pinggiran pantai keduanya sepakat mati bersama dengan melompat kearus deras sungai, namun takdir berjalan lain…kematian bersama yang diharapkan menjelma menjadi kutukan ( Si Tualang berobah nenjadi Pohon sedangkan si Raso berobah menjadi seekor ikan belang kuning hitam.)
Para hulubalang menghadap Raja Menong dan melaporkan kejadian yang mereka saksikan
Penyesalan memang selalu datang terlambat…Raja Menong meratapi dirinya beribu penyesalan membekam didada bagai lahar yang keluar dari gunung jiwa dan akhirnya…Raja Menong mengangkat sumpahnya
“ Setiap yang datang kemuara sungai ini untuk menceburkan dirinya pada alur sungaiku yang bukan keturunan dari anak cucuku, maka binasalah dia….matilah dia….dan tak akan kulepas jasadnya yang sudah mati itu sebelum menyeru /memohon hamba kepadaku “

Setelah menobatkan sumpahnya maka Raja Menong terjung kearus sungai itu dan menjelmalah Ia menjadi sane/hantu sane.
( Konon itulah sebabnya …siapa saja orang-orang yang mandi di sungai itu yang bukan anak cucunya maka binasalah mereka ditelan hantu sane…)

Dan ikan jemaan Putri Raso tidak mau berenang ketengah sungai, Ia tetap berenang dekat pohon jelmaan Tualang dan ikan jelmaan Putri Raso enggan berenang ketengah sungai disebabkan takut dengan hantu sane jelmaan ayahnya Raja Menong yang tak merestui cinta mereka
Ibu Putri Raso memendam rasa sedih yang cukup menyakitkan… beliau kehilangan orang-orang yang dicintai, akhirnya dengan merasa pasrah sambil membawa penderitaan batin yang terasa terkoyak koyak maka beliau menghadap Sang Mertua ( Ayah dari Raja Menong yaitu Panglima Hitam yang terkenal sakti itu). Ia memohon kepada Panglima Hitam agar dia bisa selalu dekat dengan orang yang dicintai….meski apapun sumpah dan resikonya beliau siap menerimanya…..
Panglima Hitam adalah Raja Bunian yang menguasai perairan serambi tanah
paduka …yang dalam dunia sufy parakomunitas bayan/bunian mereka menyebutnya “ Syech Datuk Laut “
Panglima Hitam merasa kasihan melihat menantunya dan Ia pun mengabulkan permintaan itu….

Ketika acara sakral itu mau digelar…tiba-tiba terdengarlah suara dari kejauhan yang merintih sedih sambil bersenandung ela-ela….suara itu menyentakkan Sang Datuk dan Ibu Putri Raso…….karna suara itu adalah suara Putri Raso……..
ela-ela-ela….hoi……..kenapa nasibku jadi bagini….
hoi…….ela-ela …..hei…….
hoi…….orang dunio……datuk panglimo ……
hoi………..nasib siraso…menanggung raso……..
ela-ela…..hei….Datuk Panglimo…….
hoi……...
jangan tangisi nasib anakmu….
cucumu yang malang ini oi….datukku……..

Sarat manjampi kapalo suku…..
Keris bertahta emas permato….
Kolo Datok dan omak sayang padaku….
Jadilah suluh cinta kami baduo…..
Mendengar suara sinandong ela-ela itu….sambil meneteskan air mata
Panglima Hitam menyumpah si menantu ( Ibu dari Putri Raso )menjadi kunang-kunang….agar Ia dapat meyuluh cinta antara Tualang dan Raso.
( Itulah sebabnya kunang-kunang tak mau hinggap dipohon kayu yang lain dan Ia tetap hinggap diatas pohon Tualang sebab agar selalu ia dapat melihat anaknya tercinta yaitu siputri Raso yang menjelma menjadi ikan belang kuning hitam )
Inilah legenda asal usul Kecamatan Sei Tualang Raso dan Keramat Kubah adalah Mesjid komunitas para bayan/bunian yang paling besar di wilayah Sumatera ( yang kadang-kadang bisa terlihat oleh orang biasa ) . Konon mesjid inilah tempat Syech Datuk Laut bersama santrinya / meski Syech Datuk Laut adalah komunitas bayan tetapi santrinya juga banyak manusia biasa.




EPISODE 2
DIDONG SITI UNAI

Tualang adalah saudara sebapak dengan siti unai, namun Ibu dari Siti Unai adalah orang biasa sedangkan Ibu dari Tualang adalah seorang putrid bayan ( meski satu bapak lain ibu namun kedua adik beradik ini cukup akrab dan saling curhat ). Problema yang terjadi dalam singgasana kerajaan antara putri bayan ( Istri kedua Sang Raja/Ibu dari Tualang ) dengan Tuan Putri
( Istri pertama sang Raja/ Ibu dari Siti unai ) sering terjadi selang sengketa namun kedua adik beradik ini tetap menyatu dalam ikatan persaudaraan yang tulus. Kadang-kadang masing-masing ibu memarahi anaknya agar tidak terlalu dekat tetapi hal itu tak mampu membuat hubungan adik-beradik ini berobah.
Siti Unai diboyong oleh Sultan Aceh keserambi tanah paduka /bale diujung Tanjung, maka rasa kasihan Si Tualang terhadap kakaknya membuat ia meninggalkan istana. Karna Tualanglah yang tahu siapa sebenarnya cinta sejati kakaknya Siti Unai. Kawin paksa yang dilakukan Sang Raja terhadap Siti Unai membuat hati kedua kakak beradik ini terasa terkoyak-koyak. Tangisan serta deraian air mata menghiasi hari-hari Siti Unai. Karna dalam jiwa Tualang ada darah bayan/bunian maka Tualang dapat beradaptasi didua dimensi kehidupan ( Kadang Ia kasad mata/Kadang ia realita ). Tualang terus menemani Siti Unai ….meskipun hal itu tidak diketahui Sultan Aceh…..Jika Siti Unai sedih maka Tualanglah yang menghibur…..Hari-hari berlalu….Tualang semakin dewasa dan kalau hari siang Si Tualang terus menelusuru bibir pantai Tanah paduka dan beradaptasi dengan komunitasnya para bayan/bunian yang ada didaerah itu. Maka ketemulah Tualang dengan Putri cukup cantik dari anak seorang Raja yaitu Raso……
Takdir cinta berkata lain, hajad hati menjaga dan menghibur sang kakak tersayang berobah menjadi pergulatan hidup yang menyakitkan…..Tualang telah dikutuk menjadi pohon…..kekhawatiran sang kakak yang menunggu sang adik tak kunjung datang membuat kehamilan yang sedang dikandung Siti Unai terasa terabaikan …..begitu juga sebaliknya….Tualang tak bisa lagi menjenguk sang kakak……usahkan menjeguk …mengkhabarka
kondisinya yang sudah dikutuk sebagai pohonpun ia tak mampu
Saat inilah lahir syair dari bibir Siti Unai…..yaitu didong….ia bersenandung
sambil memelas perutnya dengan tangan dan pikiranya tetap terpatri keadik
tersayangnya Tualang……
Ditengah kesedihan yang berkecamuk dalam hati yang nista , disaat itu pulalah Siti Unai harus diserahkan ke Sibayak Lingga untuk dijadikan istrinya……

Air mata…..duka lara….terasa mengoyak dan mencabik hati Siti Unai……..kepahitan rasa rindu berkecamuk dalam lahar gunung jiwa….dan disaat itupulalah Sang Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah lahir………

Tumpahnya lahar gunung jiwa mewarnai kelahiran sultan kita……




EPISODE 3
PRAHARA ASMARA SITI UNAI

Seperti pangeran dari kayangan …begitulah sebutan yang pas untuk Si Asahan ( Pria tampan/berbudi pekerti yang tinggi/cerdas /taat beragama serta punya kewibawaan yang tak tercela ) namun beliau bukan anak seorang Raja dan sudah tentu bukan lahir dari lingkungan bangsawan.

Kisah cinta antara Siti Unai Putri Sang Raja dengan Si Asahan mewarnai kehidupan indah kedua insan ini, namun itu tidak berjalan langgeng……meski ukiran cinta yang mereka pajang didalam hati sanubari mereka berdua, tetapi buah kasih sayang itu tak diberi takdir untuk mereka nikmati……Siti Unai terpaksa mengikuti aturan kerajaan……terlalu naïf kalau kawin paksa yang kita lontarkan untuk sebutan kala itu, tetapi itulah adanya…
Ketika Siti Unai menjalani kehidupan bersama Sang Sultan Aceh dan bermukim diujung tanjung serambi tanah paduka….Sang Sultan bertanya kepada Siti Unai….. “ Apa nama tempat kerajaan ini kita buat hai…Siti Unai….. ? , Siti Unai menjawab “ Asahan ya…Sultan……………………………
(Padahal ketika Sang Sultan bertanya….pikiran Siti Unai sedang menerawang kepada Si Asahan kekasih tercintanya), ketika Sang Sultan bertanya kembali….” Apa makna Asahan itu ya…Siti Unai……( Si Siti Unai baru sadar dan tersentak……..dan menjawab sambil berpikir-pikir……..)…..Ee…..Asa artinya perasaan sedangkan Han adalah pelantaran…..jadi kalau disatukan artinya Rumah yang kaya dengan ribuan perasaan senang……dan Pusat Kerajaan inikan berada diujung tanjung dan kita saat ini kan berada dibai-balai….jadi kita nobatkan saja daerah pusat kerajaan ini Tanjungbalai…….Mendengar itu Sang Sultan manggut-manggut…….(Dalam hati Siti Unai…terasa jantungnya deg-deg an sebab seandainya Sang sultan tahu bahwa pikiranku ke jejaka lain betapa tidak beradatnya aku sebagai Istri Sultan yang harus kujunjung tinggi……..)
Disisi lain terjadi petualangan Si Asahan menelusuri hulu sampai hilir sungai dan akhirnya sampailah ia suatu daerah ( Pada saat itu belum disebut sei kepayang) Namun karna Si Asahan dalam melampiaskan rindunya Ia bernyanyi sambil berkeluh kesah / dari sinilah awalnya sinandong) dan begitu sadar dari khayalannya….Ia memandangi seluruh arah pandang tempat itu….akhirnya ia berguman sendiri dan mengatakan….Saya beri daerah ini namanya Sei Kepayang sebab ketika sampai ditempat ini perasaanku semakin lain….aku hayut dibuai rasa rindu…….oh…….aku rupanya sedang mabuk kepayang dipinggir sungai…….………

Berbekalkan rakit ia menyebrangi anak sungai , dan ketika sampai dipinggir pantai …..Ia mau mendirikan tempat perteduhan ( teratak ).
Tetapi ketika Ia menebang pohon…..Ia terperanjat……sebab pohon yang ia tebang mengeluarkan darah……..seperti darah manusia……

Jeritan dari pohon yang mengeluakan darah manusia itu…….rupanya sampai ketelinga Sibayak Lingga ( Bayak Lingga didalam Istana…….dan Ialah Datu besar yang ada dijagag roh bumi paduka saat itu…..jadi wajar saja kalau ia mampu mendengar suara jarak jauh yang mustahil pada logika kita.
(Suasana di Istana) Sibayak Lingga tersentak……dan siSiti Unai keheranan………, Ada Apa hai Datu Bayak Lingga……., tanya Siti Unai ……..

Sibayak Lingga memejamkan matanya sambil mulutnya komat kamit……dan akhirnya Ia berkata………“ Ada manusia yang membunuh orang bunian yang dulunya disumpah menjadi pohon……dan namanya Tualang……..( Si Bayak Lingga menceritakan riwayat Tualang/plas back ). Mendengar cerita itu……Si Siti Unai meraung menangis sekeras-kerasnya…….dan mendesak Sibayak Lingga agar menunjukkan termpat itu kepadanya…..tiba-tiba Sibayak Lingga berkata lagi…….“ Yang menebang pohon itu sudah mati dikutuk Raja Bunian……”. Sisiti Unai bertanya………Siapa orang yang membunuh adikku itu….Sibayak Lingga menjawab……..namanya si Asahan…
Sisiti Unai meraung dengan terisak-isak …sambil bernyanyi seperti orang disurupi hantu…( inilah awal terjadinya sinandong ela-ela … sebab sitiUnai meratap sambil bersenandung……hoi……Tualang……ela-ela…..e…….e……..
hoi……….Tualang….ela-ela ..e ….adikku malang……..
ela-ela-he………..Asahan…….Asahan Mati…….oi………Asahan Mati……………
Ela-ela………e……kenapa aku dipanggil hoi orang dunio……….
( Dan inilah asal usul nama Desa Asahan Mati dan ditempat itu pulalah pertama kali Syeh Datuk Laut mengayutkan persembahan / mayat si Asahan……mayat si Asahan terapung dipinggir pantai dan disitupulalah mayat si Asahan dijumpai Siti Unai dan Sibayak Lingga…. akhirnya itulah asal usul Sei Apung……..

Ketika Si Bayak Lingga dan Siti Unai mau menyentuh mayat si Asahan………..Muncullah Syech Datuk Laut…………………
Hei…….Manusia …….jangan kau coba…coba menyentuh mayat persembahan itu……..karna ia telah membunuh kekasih cucuku…dan Raja menong anak tertuaku ( ayah dari Putri Raso telah bersumpah……………………………………)
“Setiap orang luar yang lancang diarea tanah paduka ini…………..Ia akan mati dan kusantap diperut lautku…….”.
Sisiti Unai bertanya kepada Sibayak Lingga………Siapa Raja Bunian itu hai Bayak Lingga……………..Bayak Lingga menjawab………….
Dialah Syeh Datuk Laut….Panglima Hitam penjaga roh tanah Paduka……

Biarkan mayat itu mengapung ……..dan kuseru jadi lancang persembahan buat isi laut kita………..( Anehnya mayat itu menungkah arus…..sampailah ia pada satu tempat ( Konon itulah asal Selat Lancang) …setelah itu berputar kelaut lepas……………..dan dari kejauhan terdengar rakyat Raja Bunian menggelar tari Gobuk

Melihat Syech Datuk Laut tidak menampik kata-kata Sibayak Lingga…….akhirnya……Sibayak Lingga menantang Syech Datuk Laut bertarung……“Aku sibayak Lingga menantangmu hei….Syech Datuk Laut………… “

Syech Datuk Laut,” ha….ha…….ha……..ha……….




EPISODE 4
LAGA PENDEKAR

Terlihat Syech Datuk Laut berdiri dengan tangan dilipat didada dengan pakaian serban serba hitam……hembusan angina putting beliung berpusaran tinggi membuat hamparan bumi seolah seperti mau kiamat, namun Syech Datuk Laut tak bergeming sedikitpun kecuali serban dan jubahnya yang kelihatan melambai diterpa angin itu……..

Disisi lain terlihat Batara Sibayak Lingga dengan pakaian kuning serta tengkuluk merah hitamnya memegang keris yang siap dihunjamkan…

Akhirnya pertarungan Sibayak Lingga dan Syech Datuk Laut………...
Menggoncangkan bumi serabi tanah paduka……

Pertarungan antara Raja Bunian si Panglima Hitam Syech Datuk Laut dengan Manusia yang cukup sakti ini mengundang seluruh makhluk dibumi seambi tanah paduka ingin menyaksikan……sebab laga pendekar kali ini …..bukan sekedar laga pendekar biasa………………tetapi akan jadi legenda bagi kita semua…………
Kesepakatan sebai taruhan antara lain……………………………………………
“ Apabila pertarungan ini dimenangkan oleh Sibayak Lingga maka
Syech Datuk Laut harus hengkang/pergi dari wilayah kerajaan ini
namun keturunan Syech Datuk Laut akan menjadi budak Sibayak
samapi hari kiamat……tetapi apabila Syech Datuk Laut yang
menang maka Sibayak Lingga wajib menyerahkan putri tercantik
dikerajaan ini untuk diserahkan kepada Syech Datuk Laut untuk
dikawinkan dengan Putra bungsunya Syech Datuk Laut yaitu
Panglima Nuar dan wilayah kerjaan Sibayak Lingga sebahagian
menjadi milik turunan Syech Datuk Laut…”

Wilayah itu antara lain……………………………………………
1. Tanjung berombang menjadi kekuasaan panglima Nuar
2. Tali Arus selat malaka menjadi kekuasaan Putri kedua
Syech Datuk Laut yaitu Putri Rubiah
3. Pulau Raja/Lubuk emas/brangkas emas kerajaan menjadi
milik Purti ketiga Syech Datuk Laut yaitu Putri Kumala
4. Alur sungai menadi milik Putra tertua Syeh Datuk Laut
yaitu Raja menong / Hantu Sane
5. Dan Turunan Sibayak Lingga akan kualat dan sakit
( Puako ) apabila tidak mematuhi aturan Syech Datuk Laut…..
Aturan itu antara lain…………………………………………...

a. Jamu Laut/Menganyutkan lancang sebagai persembahan..
b. Memelihara ayam togas/sebagai bayar upeti
c. Dihari dan bulan-bulan tertentu Turunan Sibayak Lingga harus
melaksanakan sebahagian budaya sakral yang dianut oleh
Panglima Hitam ( Syech Datuk Laut )
d. Tari wajib komunitas bayan
e. Mengupah-upah
f. Prosesi Kesultanan harus mengacu kepada kebiasaan komunitas bayan
Akhirnya Pertarungan itu dimenangkan oleh Syech Datuk Laut, maka
Sibayak Lingga harus mematuhi kesepakatan tersebut

Dari hasil Perkawinan Panglima Nuar ( Anak Raja Bayan/Bunian)
Dengan Putri tercanti di Kesultanan ( Manusia biasa ) maka lahirlah
Seorang putra berwujud Manusia biasa ….Diberi nama oleh Syech Datuk Laut yaitu Panglimo Bosar ( Dari turunan Panglimo Bosar inilah asal usul orang Asahan Mati ).

Dan seluruh Keturunan Syech Datuk Laut sampai saat ini mengusai daerah-daerah yang sudah disepakati itu………..

Sejak peristiwa itu melegendalah budaya-budaya komunitas bayan/bunian di serambi Tanah paduka kita yaitu Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai.



Karya : SYAMSUL RIZAL,AmP.SH (TOK LAUT)

Jumat, 14 Januari 2011

GEMA KAMPUS

GEMA KAMPUS
( Gerakan Masyarakat Kampung Santri Seni )
Oleh : SYAMSUL RIZAL, AmP . SH
Alias
TOK LAUT


LATAR BELAKANG

Dalam rangka menjabarkan amanat Undang-undang Nomor 17 thn 2009 tentang rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional TAHUN 2005 – 2025, yang mengamanatkan bahwa pembangunan bidang sosial budaya dan keagamaan diarahkan pada pencapaian sarana pokok yaitu.
- Terwujudnya masyarakat indonesia yang berahlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya dan beradap ( karakter bangsa yang tangguh, komfetitif, berahlak mulia dan bermoral, toleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis dan berorientasi IPTEK.
- Makin mantapnya budaya bangsa yang tercermin dalam meningkatkan perdaban, harkat dan martabat manusia indonesia dan menguatnya jati diri dan kepribadian bangsa.

Sejalan dengan itu “ GEMA KAMPUS ’’ ( Gerakan Masyarakat Kampung Santri Seni ) akan maju dan berkembang menjadi gerakan di era global dan menjadi penyeimbang gerakan global dunia internasional. Atas dasar pemikiran bahwa asset budaya merupakan kekayaan asli , tradisi dan jati diri perlu dilestarikan, dipelihara dan diperkenalkan kepada generasi penerus, serta didokumentasikan secara cermat, sehingga asset budaya bangsa Indonesia tidak hilang atau diakui oleh bangsa lain.
Disamping itu, gerakan masyarakat kampung santri seni ( GEMA KAMPUS ) yang menjadikan nilai budaya sebagai bagian upaya pendukung pembangunan kwalitas sumber daya manusia.Guna mendukung upaya dan semangat kebangkitan bangsa indonesia yang di sejak 100 tahun kebangkitan nasional maka Gema Kampus ( Gerakan Masyarakat Kampung Santri Seni ) menjadi salah satu solusi dan cara yang tepat dalam kerangka mendorong percepatan bangsa indonesia sebagi bangsa yang kuat, mandiri, demokratis, produktif dan berdaya saing di era globalisasi.
Atas dasar pemikiran latar belakang tersebut, maka perlu dideklrasikan Curiculum Gema Kampus dan di masukan dalam APBD pada pemerintah Kabupaten Asahan untuk mengindentifikasi dan menginventarisasi segenap potensi yang terkait serta menentukan arah sasaran “ GEMA KAMPUS ” ( Gerakan Masyarakat Kampung Santri Seni ) dalam sepuluh tahun kedepan.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud diselenggarakan pendeklarasian dan penyusunan Ciriculum Gema Kampus.
- Menjelaskan arah dan tujuan pengembangan budaya sesuai amanat UU no 17 thn 2007 tentang pembangunan pengembangan sosial budaya di Indonesia.
- Mengangkat potensi dan mamfaat pengembangan budaya dalam
menetapkan sasaran, prioritas dan rekomendasi bagi pengembangan,
Gema Kampus di Indonesia

Sedangkan tujuanya adalah
- Semakin dipahaminya potensi Gerakan Masyarakat Kampung Santri Seni ( Gema Kampus ).
- Semakin dipahaminya mamfaat Gema Kampus dalam membangun ketahanan dan kesejahteraan masyarakat Kab Asahan.
- Semakin dipahaminya peran strategi Gerakan Masyarakat Kampung Santri Seni ( GEMA KAMPUS ) dalam mendukung percepatan kebangkitan budaya dan bangsa di Kab.Asahan

SASARAN

Sasaran diselenggarakan Deklarasi Gema Kampus dan penyusunan Curiculum Gema Kampus ini.
- Semakin dipahaminya peran strategi pengembangan budaya dalam Gerakan Masyarakat Kampung Santri Seni ( GEMA KAMPUS ) dalam mendukung pembangunan masyarakat , Bangsa dan Negara.
- Semakin meningkatnya kepedulian dukungan dan partisipasi pemerintah dalam pembangunan / pelestarian akar budaya asli masyarakat indonesia.
- Semakin berkembanganya berbagai jenis dan keragaman budaya di Indonesia, termasuk terdokumentasikan Gema Kampus ( Gerakan Masyarakat Kampung Santri Seni ) sebagai asset, kekuatan dan jati diri bangsa Indonesia.

SANTRI SENI


Didalam magnum opus-nya yang berjudul “ leading the revolution “ yang sempat menjadi “ best seller” tahun 2000, Garry Hammel, pemikir bisnis terpenting dan paling berpengaruh di universitas Harvard dewasa ini,menandaskan bakal munculnya TIGA GEJALA BESAR yang akan menjadi mainstream dalam managemen dan proyek rekayasa social (social engineering) di abad ini, Yaitu :
-          masa depan interaksi dan kompetisi antar komunitas akan didominasi oleh mereka yang mengagungkan “MASA LALU” (Kaum romantis) dan mereka yang bersemangat menggagas MASA DEPAN.
-          Pertanyaan anatar “the leading creative minority” akan berkutat disekitar mereka yang “mengutamakan pengalaman” dan mereka yang menekankan pentingnya hirarki imajinasi.
-          Pergulatan ketat akan terjadi manakala mereka yang melihat bahwa “semua realitas objektif yang terbentuk disekitar kita terjalin dalam suasana cool in calm”. Dan mereka yang melihat bahwa semua fasilitas objektif dan subjektif yang terjadi disekitar kita terbentuk oleh “dinamika proses yang penuh gejolak” dan dalam suasana yang sarat dengan perubahan yang amat cepat berbenturan dilapangan.

What about us, telah in-touch kah kita dengan “PREMIS MAYOR” dia atas…..? atau akankah kita berpendapat bahwa prognosis itu terlampau berlebihan, bahkan “absurd”dan naiy…..? atau jangan-jangan pro dan kontra dengan pendapat diatas, kita bahkan belum lagi menjangkau level wacana itu……….?
paling ekstrim, mungkin kita akan bersikap: “apa urusannya dengan kita”?
Sesungguhnya, terlepas dari varian-varian gugahan di atas, harus diakui bahwa “strategic environments”(lingkungan-lingkungan strategis) kita saat ini sangat jelas/kentara mengarah kepada apa yang telah………. Dengan jeli ditilik oleh garry hammel, bahwa pada saat yang sama kita para santri seni masih jauh tertinggal dari parameter minimal yang harus dimiliki oleh setiap “trend setter” peradapan kebudayaan, dan moralitas social dalam men- transpormasikan kehidupan dari kehidupan yang “profane” dan duniawi kepada kehidupan yang sacral dan ukhrawi
Oleh : SYAMSUL RIZAL ( TOK LAUT )