Jumat, 21 Januari 2011

SINANDONG MENGGUGAT

(infrovisasi )

Terlihat beberapa orang dikeroyok dengan sadis ada kepalanya yang diponggol dan adapula yang wajahnya diturih pakai pisau serta banyak orang yang mencincang cincang beberapa orang yang sudah terkapar….kumpulan banyak orang dengan senjata kampak , pisau ,kayu serta peralatan lain bersimbah darah
( Diiringi orasi puisi sinandong menggugat / music kel syech datok laut ),dan darah itu berobah jadi tulisan“ SINANDONG MENGGUGAT” karya “ TOK LAUT “, dan setelah itu layar berobah jadi merah darah…lalu muncullah lagi kalimat seperti diketik mesin tik diatas kanvas merah “ KADANGKALA HUKUM SEPERTI RODA KERETA API YANG MENGGILAS PERADABAN SUATU BANGSA NAMUN INGATLAH PADA SUATU KETIKA IA AKAN MENJADI BOLA MATA API YANG SIAP MEMBAKAR KETIDAK ADILAN INI” …kembali layar merah merona lagi dan lalu muncullah tulisan hitam mengkilat yang berbunyi
“ KETIKA SALAM DIMULAI SAAT ITU PERANG DIAWALI “ dan kembali layar merh merona dan muncul lagi kalimat seperti di ketik Lembaran kertas merah terbakar yang didalamnya tertulis seperti diketik....... SUTRADARA “ ..................
Suasana Thn 1848 ketika undang–undang pidana buatan Belanda ditetapkan menjadi undang undang di Indonesia dan kabarnya undang-undang itulah yang masih kita pakai sampai saat ini menjadi KUHP/KUH Perdata.

Terlihat sosok hakim degan gaya elite Erlander dan disampingnya tetap terpajang bendera merah putih biru dan diatasnya terpampang gambar sang Ratu Belanda . Dan beberapa anggota pengadilan jaksa penuntut umum serta pengacara bergaya blankon jawa dan ditengahnya beberapa orang terdakwa dengan pakaian lusuh bersimbah darah bergaya piama melayu kusam serta pakaian biasa dan tetap dikawal polisi Belanda dengan gari dan rantai panjang yang membelenggu.

HAKIM :
( memukul palu tiga kali )
camera fokus pada palu / suasana layar kembali merah darah dan perlahan
terlihat aksi massa yang saling dorong/histeris dan orasi puisi terdengar
menggema

Bergemuruh dan gegap gempita suaramu
Menggiring anak negri ini melepas mata rantai dari hausnya penindasan
Dan kau lecut tulang dan nadi menjulang sangsaka ke angkasa
Meliuk dan bertengger leluasalah pusaka itu melontar kata kata
Pleno pertama sepakat menobatkanmu
Tepuk tangan riuh menyambutmu dengan suka cita
Dan sinandongku kau tenggerkan diangkasa


(Suasana heroik dari 1848 ke 1945) dimensi I
Catatan :

Ruang sidang 1848 sinergig dgn org terdakwa ( Membayang di tengah gambar suasana di Dimensi I ) dan Ruang sidang 1945 sinergig dgn org terdakwa( Membayang di tengah gambar suasan di Dimensi I ) serta Vidio Visual Bung Karno ”Proklamasi ”

Hari hari berlalu
Tanah airku yang berbau mimpi
Memasuki lorong lorong tak bertepi
Dan kusapa kau dalam sunyi
Tak kau beri aku mengusap air matamu
Kau tolak aku ketika aku merangkulmu
Dari bibir yang pernah menggemparkan dunia itu
kata kata yang menyentakkan ku

(Suasana kepahitan dari Orde Lama ke Orde Baru)/Dimensi II
Ruang sidang Orde lama sinergig dgn org terdakwa ( Membayang di tengah gambar suasan
diDimensi II ) dan Ruang sidang Orde Baru sinergig dgn org terdakwa ( Membayang di tengah-
gambar suasan diDimensi II ) serta vidio visual “Bapak Pembangunan”Soeharto/G30S
PKI/Pembohongan publik .

Aku tidak pernah mencanangkan akan seperti ini Indonesia Raya
Kenapa kesetiaan harus dibeli
Kenapa hukum jadi alat transaksi
Kenapa seni kalian pinggirkan kelaut tak bertepi
Kenapa sekian lama kita merdeka benderaku kau gerek dengn tali
Sehingga sekarang kalian hanya tau mencaci maki
Dan saling berebut kursi ”.

(Suasana dari Orde Baru ke Zaman Orde Paling Baru /Repormasi/suasana ketidakpastian )vidio
visual rantai kemiskinan dan kemelaratan/Kerusuhan( REVORMASI ) Negri tanpa Tuan
( Suasana tiga dimensi /ketika orasi digaungkan gambar yang berangkat dari thn 1848 beobah
menjadi suasana thn 1945 dan lama kelamaan berobah jadi thn 2008 )
Catatan :

Suasana tiga dimensi /dimensi III /berangkat dari siang hari dan mendekat ke malam ,massa berhamburan lari....dan dari sebahagian itulah yang menjadi sosok scane 3 ( Berangkat dari ketergesa-gesaan ) dan beroperasiDi Scane 3
Terlihat beberapa sosok orang tak dikenal sedang ingin mencuri pada sebuah rumah agak elite (suasana rumah elite yang sedang direhab) ingin masuk lewat jendela


Orang 1 :
St............( Sambil mencongkel jendela ) tiba-tiba jendela jatuh menimpa kaki
salah seseorang hingga kakinya pecah / berdarah).


Orang 2 :
Aduh..........( Kesakitan yang cukup sakit.....namun suara harus ditahan agar
tidak terdengar ).


Orang 3 :
Ayo...pergi...(sambil merangkul / menggendong / berlalu pergi )
Suasana kantor polisi terlihat, dan terlihat orang 1,2 dan 3 ( Sang Pencuri ) memasuki kantor tersebut.


Orang 1,2 dan 3 :
Selamat pagi pak.....


Polisi jaga :
Selamat Pagi.......

....
Orang 1,2 dan 3 :
Kami mau melapor Pak....

.
Polisi Jaga :
Melapor apa.......


Orang 1,2 dan 3 :
oh..... maksudnya mau mengadu pak....


Polisi jaga :
Silakan masuk


Dibimbing polisi jaga ketiga orang tersebut dibawa memasuki ruangan juru periksa.
Suasana diruang juru periksa

Juper :
Kami adalah pelayan masyarakat.... setiap pengadukan hal yan berkaitan
dengan ketidaksenangan serta kesewenang-wenangan kami akan tanggapi
sesuai dengan undang-undang yang telah ditetapkan.......
Lalu apa masalahnya dengan bapak bapak ini


Orang 2 :
Begini Pak ....tadi malam kami berniat mau membongkar / mencuri di
rumah Pak Leman, tapi ketika kami mencongkel jendelanya tiba-tiba
jendela itu jatuh dan menimpa kaki saya, akibatnya kaki saya luka dan
cukup terhalang kalau digunakan untuk berjalan ..dan pekerjaan yang telah
lama kami canangkan tak bisa terkerjakan sesuai yang telah kami
rencanakan.....itulah keberatan kami ..dan kami minta keadilan..hm...e..
kami semua bermohon agar pak Leman bertanggungjawab atas hal itu
( Selama mereka menjelaskan , juper terus mengetik berkas perkara )


Juper :
jam berapa kejadian itu pak


Orang 1.2.3 :
Kira-kira jam 2 malam pak....(saling pandang )


Juper :
Apakah anda minta ganti rugi pengobatan atau penyelidikan lebih lanjut


Orang 1.2,3 :
Kami minta penyelidikan lebih lanjut dan kalau bisa berkas perkara ini
kepada tingkat kejaksaan dan pengadilan


Juper :
Ok..semua permasalahan ini akan kita giring sesuai dengan hukum yg berlaku



Terlihat seorang polisi mendatangi rumah kediaman Pak Leman mengantar surat panggilan

Polisi patroli :
Selamat siang Pak...!
Apa benar ini kediamannya Pak Leman ... ?



Pak Leman :
Iya Pak.......
Ada apa Pak...... ?


.
Polisi Patroli :
Kami dari kepolisian memanggil bapak untuk dapat hadir besok..guna
dimintai keterangan.



Pak Leman :
Masalah apa Pak....


.
Polisi Patroli :
Nanti aja pak ..urusannya dikantor..



Pak Leman sambil membuka anplop dengan caracter tegang dan keheran heranan


Juper :
Untuk sementara bapak menginap disini dahulu sebelum pemeriksaan lebih
lanjut diteruskan



Pak Leman :
Pak salah saya apa...saya tidak terima ini..dan saya protes.....



Polisi penjaga menghampiri Pak Leman dan menggiringnya kedalam sel Pak Leman terus protes dari sela sela geruji sel.


Pak Leman :
Anda tidak bisa seenaknya saja memperlakukan saya begini....Anda tidak
memberi kesempatan pada saya untuk membela diri.



Polisi :
Pak..... prosesnya memang begitu dan itu diatur oleh undang-undang
Nah... kesempatan Bapak untuk membela diri itu ada , tapi itu nanti
dipengadilan.kerja kami harus berjalan diatashukum yang
berlaku..menurut undang-undang Bapak ditahan disini lebih kurang 21 hari
dan itu bisa diperpanjang setelah adanya pengaduan dari yang
mengadu.mengenai bersalah atau tidak itu nanti dipengadilan...mohon
maaf Pak kami hanya menjalankan tugas.


Polisi berlalu meninggalkan Pak Leman didalam sel, dan Pak leman terlihat sters berat


Suasana kedai kopi pinggir pantai/terlihat latar belakang sampan nelayan ....beberapa orang sedang ngobrol dipojok kedai kopi.


Lek Ngatiran :
Udah baco koran...


Incek Dogup :
Barita apo


Lek Ngatiran :
Bah....tengoklah halaman partama



Incek Dogup :
Amak..... ini barula kajadian



Lek Ngatiran :
Cok la ko analisa ......bingung awakkan...



Incek Dogup :
Ah...... udah pamaenannyo ini jang....



Lek Ngatiran :
Sabonarnyo bolum tontu jugo bah



Ongah Biong :
Apo itu...baritatu....



Lek Ngastiran :
Sosok tokoh yg dinggap rakyat bersih bakal digiring kepengadilan



Ongah Biong :
babalik balik dunioni sudah



Incek Dogup :
Inikan ulah lawan politiknyo nyo ini



Pakode Kopi :
Tak tau awak lagi do........



Ongah Biong :
Tak masuk pulak diakal awak dio jadi bagitu.....agak bingung jugola awak...
kog ini gawat jugonyo ini bah..siapola dalangnyoni...



Pakode Kopi :
Ah kog itu.....tak nan pala itu do..orang-orang nan diatastu jugonyo itu



Ongah Biong :
Bah .. iyolah........tak mungkinla kito nan palaut ni



Lek Ngatiran :
Iyo...yo..botul-botul



Semua pengunjung warung tertawa dan sesaat kemudian mereka terdiam dan pandangan pengunjung kedai kopi tertuju kepada TV, kerna terlihat berita Tentang penangkapan seorang tokoh digiring ke Kantor kepolisian.


Selesai acara berita mereka kembali bedialog


Ongah Biong :
hm......makin kau ujung nagarani makin tak jolas lagi hukumnyo...



Incek Dogup :
Jangan kamu bilang itu bah...zaman repormasi ini bah....masalah nan
di TV tadi antah nang adonyo aksinyo diam –diam mano tau awak....



Pakode Kopi :
Repormasinyo koto incek..tak nang ado pala itu do....buktinyo..
Ongahni dulu dah repormasiny kajadiannyo tu....ellleh minyak
panggorengnyo..atau ado nang batandik sudaro kito nan diatas nun...
nan ponting kapan sidangnyotu…….tak dapat di TV ditengok dikoran...



Anak Sampan :
Ongah udah naek pasang......


Ongah Biong :
Iyo...yo.....hm...kog nan poginyo awak kalaut bacamano pulak
manengok TV …tengok-la laut lopastu ...


Ongah biong lalu membayar kopi dan beranjak dari kedai kopi


Pakode Kopi : Koran dikodeni kusimpan nyo tiap hari jangan pala gaduh ongah....



Sambil menunjuk kepada rekan –rekan ongah yangjugamauberanjakdansecaraserentakmengucapkan terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar